Siapakah Asep Sunandar? Google Doodle Asep Sunandar

Asep Sunandar hari ini mendadak menjadi materi perbincangan di internet. Banyak orang yang mencari tahu siapa Asep Sunandar itu? ternyata bayak orang yang penasaran dengan Asep Sunandar sebab hari ini, Google memilih Asep Sunandar sebagai Doodle mereka untuk memperingati hari kelahiran Asep Sunandar.

Ketika kau membuka halaman Google pada hari ini, 3 September , maka akan terlihat dua tokoh pewayangan terkenal yaitu Semar dan Cepot dalam bentuk wayang golek.

Asep Sunandar hari ini mendadak menjadi materi perbincangan di internet Siapakah Asep Sunandar? Google Doodle Asep Sunandar

Lalu, kenapa Google menimbulkan dua tokoh pewayangan itu sebagai Doodle hari ini? nah ternyata hal ini berkaitan dengan bapak Asep Sunandar. Lalu siapa Asep Sunandar ini? sehingga Google merayakan ulang tahunnya dan menjadikannya Doodle?

Asep Sunandar Sunarya atau Ki Asep Sunandar Sunarya yakni seorang dalang sekaligus maestro wayang golek Indonesia. Beliau lahir di Bandung, Jawa Barat pada 3 September 1955 dan meninggal di Bandung juga pada 31 Maret di usianya yang ke 58 tahun.

Selama terjun dalam profesinya sebagai dalang, dia sudah berbagai mendapat penghargaan baik dari tingkat lokal, provinsi, nasional, bahkan manca negara.

Cepot, salah satu tokoh wayang golek yang sangat dikenal di kalangan masyarakat mungkin tidak akan menjadi terkenal ibarat sekarang ini kalau tidak ada andil besar dari sosok Asep Sunandar.

Semasa hidupnya, Asep Sunandar seringkali memakai Cepot sebagai tokoh dalam bermacam-macam lakon yang didalanginya. Cepot hadir sebagai tokoh yang menawarkan hiburan sekaligus nasihat-nasihat.

Selain soal cerita, Asep juga pernah memodifikasi wayang golek yang dimainkannya. Modifikasi yang dimaksud antara lain membuat wayang golek raksasa (buta) yang kepalanya mampu terburai ketika terkena hantaman gada, Cepot yang dapat mengangguk, dan Arjuna dengan panahnya.

Prestasi dan karyanya memang sangat luar biasa, bahkan pada tahun 1993 Asep Sunandar juga pernah diminta menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette, Charlevile, Perancis. Dia mengajar selama dua bulan saja dan sempat dianugerahi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis.

Asep juga pernah tampil di panggung luar negeri pada tahun 1994, dia tampil di Inggris, Belanda, Swiss, Perancis serta Belgia. Selanjutnya pada 1995, Asep menerima penghargaan berupa Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto.

Kemudian pada tahun , tepatnya pada tanggal 31 Maret , Asep meninggal dunia sebab serangan jantung. Asep Sunarya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Al-Ihsan Bandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Setting Macro X7 Untuk Game Point Blank Indonesia

4 Model Atap yang Sesuai untuk Rumah Anda

5 Hal yang Sering Cewek Lakukan Saat Sendirian di Rumah