Kambing Premium, Fenomena Unik Idul Adha
Perayaan Idul Adha selalu identik dengan hewan kurban. Setiap menjelang hari raya, banyak lapak-lapak pedagang yang menjajakan hewan kurbannya kepada konsumen.
Untuk tahun ini ada fenomena unik yang terjadi, yaitu konsumen tertentu mencari hewan kurban jenis kambing premium dengan harga yang sebanding dengan satu ekor sapi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Indonesia (Perkapin) Darwin Saragih.
"Ada fenomena menarik, khususnya pembeli etnis tertentu menginginkan kambing warna putih, dengan bobot 90 kilogram ke atas, dan bertanduk," ungkap Darwin kepada Kompas.com, Jumat (9/9/).
Darwin menjelaskan, dengan kategori tersebut, kambing jenis itu termasuk ke dalam jenis kambing premium sebab harganya melampaui kambing pada umumnya.
"Soal harga tidak duduk perkara bahkan mereka berani bayar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per ekor," jelasnya.
Menurutnya, ada hal-hal yang terkait dengan kepercayaan bila mampu kurban dengan kambing jenis tersebut.
"Mungkin soal keyakinan, bahwa hewan kurban ialah kendaraan di akhirat, jadi cari kambing yang besar, putih dan bertanduk," tambahnya.
Darwin mengatakan, kambing jenis premium itu memiliki perbedaan kalau dibandingkan dengan kambing jenis regular.
"Jelas ada bedanya, kambing biasa maksimal kisaran beratnya 50 kilogram, kalau jenis premium sanen atau turunannya mampu capai 100 kilogram per ekor," pungkasnya.
Sementara itu, Darwin menuturkan, pada tahun ini untuk hewan kurban kambing mengalami kenaikan harga sekitar 7 hingga dengan 10 persen yang diakibatkan oleh ongkos distribusi.
Untuk puncak penjualan, Darwin memprediksi akan terjadi pada hari Minggu yang akan datang, sementara untuk dikala ini ialah puncak penjualan hewan kurban melalui online.
"Yang jual lewat online sudah habis tinggal proses pengiriman, dikala ini yang masih banyak di lapak-lapak pedagang dadakan, gres mencapai puncak pembelian pada hari ahad besok," paparnya. (Kompas)
Untuk tahun ini ada fenomena unik yang terjadi, yaitu konsumen tertentu mencari hewan kurban jenis kambing premium dengan harga yang sebanding dengan satu ekor sapi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Indonesia (Perkapin) Darwin Saragih.
"Ada fenomena menarik, khususnya pembeli etnis tertentu menginginkan kambing warna putih, dengan bobot 90 kilogram ke atas, dan bertanduk," ungkap Darwin kepada Kompas.com, Jumat (9/9/).
Darwin menjelaskan, dengan kategori tersebut, kambing jenis itu termasuk ke dalam jenis kambing premium sebab harganya melampaui kambing pada umumnya.
"Soal harga tidak duduk perkara bahkan mereka berani bayar Rp 12 juta hingga Rp 15 juta per ekor," jelasnya.
Menurutnya, ada hal-hal yang terkait dengan kepercayaan bila mampu kurban dengan kambing jenis tersebut.
"Mungkin soal keyakinan, bahwa hewan kurban ialah kendaraan di akhirat, jadi cari kambing yang besar, putih dan bertanduk," tambahnya.
Darwin mengatakan, kambing jenis premium itu memiliki perbedaan kalau dibandingkan dengan kambing jenis regular.
"Jelas ada bedanya, kambing biasa maksimal kisaran beratnya 50 kilogram, kalau jenis premium sanen atau turunannya mampu capai 100 kilogram per ekor," pungkasnya.
Sementara itu, Darwin menuturkan, pada tahun ini untuk hewan kurban kambing mengalami kenaikan harga sekitar 7 hingga dengan 10 persen yang diakibatkan oleh ongkos distribusi.
Untuk puncak penjualan, Darwin memprediksi akan terjadi pada hari Minggu yang akan datang, sementara untuk dikala ini ialah puncak penjualan hewan kurban melalui online.
"Yang jual lewat online sudah habis tinggal proses pengiriman, dikala ini yang masih banyak di lapak-lapak pedagang dadakan, gres mencapai puncak pembelian pada hari ahad besok," paparnya. (Kompas)
Komentar
Posting Komentar